Search

Uang Elektronik: Masa depan transaksi

Seiring dengan perubahan gaya hidup yang semakin banyak melibatkan transaksi secara elektronik, akhirnya mendorong lahirnya uang elektronik atau e-money (electronic money).

Uang elektronik atau e-money (electronic money) adalah alat pembayaran nontunai yang nilainya disimpan secara elektronik di dalam media server (aplikasi) maupun dalam bentuk chip (kartu). Uang elektronik berfungsi sepertinya layaknya uang konvensional yang bisa digunakan untuk bertransaksi di berbagai tempat, dialihkan ke orang lain, namun tidak dapat dikategorikan sebagai simpanan uang seperti di bank.

Di Indonesia jumlah transaksi menggunakan uang elektronik terus meningkat dari waktu ke waktu, hal ini didukung dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Hingga saat ini sudah ada 33 penyelenggara uang elektronik yang telah memperoleh izin dari Bank Indonesia. Melihat fakta-fakta tersebut maka bisa dibilang uang elektronik adalah masa depan dari transaksi.

Meningkatnya penggunaan uang elektronik didorong oleh perkembangan jaman yang menuntut segalanya harus praktis dan cepat, termasuk dalam hal transaksi. Uang elektronik bisa memberikan semua yang dibutuhkan untuk transaksi jaman sekarang: aman, mudah dibawa, tidak mudah rusak, transaksi cepat dan tercatat.  Penggunaan uang elektronik bisa menghindarkan penggunanya dari kemungkinan mendapat uang palsu, dan juga uang elektronik berguna untuk mengurangi peredaran uang receh sehingga membuat transaksi lebih efektif dan efisien.