Search

Tradisi Mudik Di Berbagai Negara Di Dunia

Tradisi Mudik Di Berbagai Negara Di Dunia

Mudik di Indonesia biasanya terjadi ketika menjelang lebaran dan pasca lebaran. Tradisi mudik merupakan kebiasaan yang belum tergantikan meski teknologi telekomunikasi sudah berkembang cukup pesat. Di Indonesia bisa dikatakan sebagai fenomena yang unik, biasanya para pemudik akan melakukan perjalanan jauh dari tempat perantauannya di kota untuk kembali ke kampung halamannya sekitar satu minggu atau beberapa hari sebelum lebaran dan arus balik seminggu setelahnya. Namun, tradisi mudik tidak hanya dilakukan di Indonesia saja, ada banyak negara lain yang mempunyai tradisi mudik, meskipun mereka tidak melakukan mudik menjelang lebaran. Mau tahu negara mana saja yang melakukan tradisi mudik?

  1. China

Hampir sama dengan Indonesia, namun di China, tradisi mudik dilakukan pada saat hari raya Imlek. Sebagian besar masyarakat di China memilih mudik atau pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Imlek bersama dengan keluarganya maupun merayakan di daerah pedesaan. Bisa dibayangkan betapa macetnya jalanan di China dan penuhnya transportasi umum yang digunakan oleh masyarakat di negara yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak di dunia.

  1. Korea

Budaya mudik di Korea dilakukan pada waktu Chuseok, yaitu pada hari libur resmi dan dirayakan besar-besaran pada bulan ke-8 hari ke-15 penanggalan Bulan. Hari Chuseok biasa disebut hari panen, festival bulan musim panen, atau hangawi (hari besar di musim gugur).

Chuseok merupakan kesempatan masyarakat Korea untuk mengucapkan syukur kepada tanah leluhur, melakukan ritual seperti Charye dan Seongmyo dengan menghabiskan makan dan minum bersama keluarga besar, teman serta kerabat. Jika di Indonesia mempunyai ketupat sebagai makanan khas pada waktu lebaran, sedangkan di Korea pada hari Chuseok yaitu kue Songpyeon yang terbuat dari tepung beras dan berisi kacang atau wijen.

Saat malam sebelum hari Chuseok, setiap anggota keluarga akan duduk bersama membuat kue Songpyeon, jika yang membuat masih single atau lajang, maka akan sangat bagus. Karena dipercaya bagi mereka yang membuat kue tersebut akan mendapatkan pasangan yang cantik atau tampan nantinya.

  1. India

Di India, setiap tahunnya masyarakat akan pulang kampung untuk merayakan hari Diwali (Deepavali) atau Festival Cahaya. Biasanya perayaan ini jatuh pada bulan Oktober atau November dan dirayakan lima hari berturut-turut. Rumah-rumah penduduk didekorasi dengan kilauan di mana-mana dan menyalakan petasan sepanjang jalan.

Sebelum hari Diwali biasanya tiket kereta api sudah ramai diserbu oleh para pemudik. Jika tidak ingin kehabisan tiket kereta api, calon pemudik harus jauh-jauh hari memesan tiket kereta api agar mendapatkan kursi di dalam kereta api. Selain ramai oleh para pemudik, ditambah juga dengan ramainya para wisatawan yang ingin berlibur dan ikut merasakan kemeriahan hari Diwali.

  1. Bangladesh

Kegiatan mudik pada hari raya Idul Fitri juga dilakukan di Bangladesh yang memiliki penduduk mayoritas beragam Islam. Beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri, jalanan di Bangladesh sudah terlihat padat dan merayap. Pemudik menyerbu terminal bus, stasiun kereta api dan perahu di sungai demi mendapatkan tiket mudik.

Kereta api di Bangladesh menjadi moda transportasi favorit, karena masyarakat menghindari perjalanan darat karena jalanannya yang rusak parah dan bergelombang. Juga menghindari kemacetan di jalan raya.

  1. Malaysia

Negara tetangga Malaysia yang mempunyai penduduk mayoritas beragama Islam sama seperti Bangladesh. Di Malaysia, tradisi mudik atau pulang kampung biasa disebut dengan “Balik Kampong”. Bukan hanya pada saat hari raya Idul Fitri saja, biasanya juga pada saat tahun baru Imlek masyarakat melakukan tradisi pulang kampung. Transportasi umum seperti pesawat terbang, kereta api dan bus menjadi moda transportasi yang banyak diserbu oleh para pemudik.

  1. Turki

Festival Gula atau Serker Bayram adalah istilah Idul Fitri bagi orang Turki. Ritual mudik juga dilakukan jauh hari sebelum hari raya Idul Fitri. Selain bertemu sanak keluarga, teman dan kerabat. Warga Turki yang merayakan hari raya Idul Fitri juga melakukan kegiatan mengunjungi makam keluarga, namun di sana dilakukan secara besar-besaran yang ditandai dengan maraknya kemunculan pasar bunga di beberapa wilayah di Turki.

  1. Pakistan

Saat menjelang hari Raya Idul Fitri, negara yang mempunyai penduduk mayoritas beragama Islam ini juga mempunyai tradisi mudik lebaran. Jutaan orang Pakistan pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara. Sejak beberapa hari sebelum hari raya Idul Fitri, polisi dan kamera pengintai ditempatkan di lokasi-lokasi yang ramai oleh para pemudik, seperti di Terminal Bus, Stasiun Kereta Api dan Bandara untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik.

  1. Mesir

Mesir menganggap hari raya Idul Fitri sebagai Id-el Shogayar yang mempunyai arti sebagai Hari Raya Kecil. Sedangkan untuk perayaan hari raya secara besar-besaran yaitu pada hari raya Idul Adha, yang dianggap sebagai Idul Kabir atau Hari Raya Besar. Namun tetap saja pada kedua hari raya tersebut penduduk Mesir melakukan tradisi mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Di samping tradisi mudik, warga Mesir juga biasanya menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama keluarga di pinggiran Sungai Nil.

  1. Arab Saudi

Tradisi mudik juga dilakukan oleh warga Arab Saudi pada Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Masyarakat di sana selain menghias rumah untuk merayakan lebaran dan menerima tamu pada ssat lebaran. Di Arab Saudi juga berlomba-lomba menyiapkan makanan mahal dan lezat untuk menyambut para tamu. Berbagai festival dan pentas seni juga banyak digelar selama perayaan Idul Fitri.

  1. Amerika Serikat

Di Amerika Serikat pun mempunyai tradisi mudik, biasanya dilakukan pada Hari Thanksgiving. Warga Amerika Serikat sebagian besar pulang pada saat Hari Thanksgiving tiba, Perayaan ini biasanya jatuh setiap hari Kamis ke-empat di bulan November. Saat Thanksgiving, warga Amerika Serikat berkesempatan untuk pulang berkumpul bersama keluarga dan merayakan pesta serta berdoa bersama di Musim Gugur sebagai bentuk terima kasih mereka kepada Squanto, karena konon pria Indian mengajarkan penduduk Plymouth Massachussets cara bertahan hidup dengan menangkap belut dan menanam jagung. Saat Thanksgiving pun warga Amerika Serikat memiliki makanan khas yaitu kalkun dan kentang yang dilengkapi dengan kuah daging.