Search

Tabrakan sayap Batik Air di Bandara Halim

Tabrakan sayap Batik Air di Bandara Halim
Penyelidikan masih berlangsung terkait Tabrakan pesawat Batik Air dan TransNusa di Bandara Halim Perdana Kusuma yang terjadi pada Senin (4/4/2016) yang mendapat sorotan serius dari pemerintah.Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub pihaknya menegur Angkasa Pura II sebab sudah hampir dua pekan Bandara Halim Perdana Kusuma tidak memiliki GM Bandara karena dimutasi ke Bandara Kualanamu. Saat ini Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub sudah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk memeriksa termasuk ATC (Air Traffic Controller ) , LPPNPI (Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Pen-erbangan Indonesia) dan ground handling. Pesawat juga ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. batik1 Kondisi pesawat Batik Air Seperti diketahui, pesawat Batik Air ID-7703 bertabrakan dengan TransNusa ATR42-600 di landasan pacu Halim Perdanakusuma, sekitar pukul 19.45 WIB. Pesawat tersebut sedianya akan berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin .  Saat melakukan proses take off pesawat Batik Air bersenggolan dengan TransNusa saat sedang ditarik oleh traktor (dalam proses pemindahan).TransNusa dalam keadaan kosong.Karena hal itu, pilot in command memutuskan untuk membatalkan take off (aborted take off). Pesawat tersebut membawa 49 penumpang dengan rincian 48 dewasa dan 1 anak ditambah dengan 7 kru. Seluruh penumpang pesawat selamat, namun mengalami syok. Akibat kecelakaan tersebut, pesawat Batik Air mengalami kerusakan di bagian ujung sayap sebelah kiri. Sementara pesawat ATR 42 seri 600, milik Trans Nusa patah pada bagian ujung sayap sebelah kiri dan ekor horizontal.   Sumber : liputan 6