Search

Serunya Ritual Potong Rambut Gimbal Di Dieng Culture Festival (DCF) 2018

Serunya Ritual Potong Rambut Gimbal Di Dieng Culture Festival (DCF) 2018

Dieng Culture Festival (DCF) selalu digelar setiap tahunnya. Festival ini merupakan festival budaya paling besar di dataran tinggi Dieng, kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah. Perhelatan tahunan ini kental dengan tradisi masyarakat Dieng, selain jadi penarik wisatawan untuk berkunjung kesana. Tahun ini Dieng Culture Festival (DCF) digelar untuk ke 9 kalinya yang akan diselenggarakan pada bulan Agustus tahun 2018 dan merupakan festival paling romantis di Indonesia.

Acara Dieng Culture Festival (DCF) lebih tepatnya akan digelar pada tanggal 3 – 5 Agustus 2018 di Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara. Bulan-bulan ini selalu dipilih karena suhu di Dieng sangat dingin, bahkan bisa sampai minus suhunya. Dinginnya suhu di Dieng membuat acara Dieng Culture Festival (DCF) semakin terasa spesial. Karena di atas ketinggian 2000 meter ada acara Jazz di Atas Awan. Alunan jazz yang merdu dipadukan dengan suasana Dieng yang dingin membuat suasana kian syahdu.

Selain Jazz Diatas Awan, parade budaya dan seni, festival pelepasan lentera lampion, dan pameran usaha kecil, ada satu acara yang selalu ada dalam gelaran Dieng Culture Festival (DCF) yaitu ruwatan atau pemotongan rambut gimbal di pelataran Candi Arjuna, Dieng. Prosesi yang melibatkan anak-anak berambut gimbal ini sudah berlangsung sejak dulu.

Potong rambut gimbal dilakukan setelah anak memintanya untuk dipotong. Pada umumnya disertai dengan permintaan anak yang harus dituruti oleh orang tuanya. Tidak ada pola tentang permintaan anak ini. Bisa mulai dengan permintaan sederhana yang dapat dipenuhi oleh orang tuanya hingga permintaan yang sulit atau tidak mungkin dituruti.

Menurut kepercayaan setempat, diadakannya ruwatan ini berkaitan dengan legenda Kyai Kolodete yang merupakan cikal bakal pendiri kabupaten Wonosobo yang konon selalu mengadakan upacara ruwatan dahulu sebelum mencukur rambut anak-anak yang berambut gimbal. Karena anak-anak yang berambut gimbal menurut kepercayaan penduduk setempat, dianggap bisa membawa musibah di kemudian hari. Namun jika diruwat, anak-anak tersebut dipercaya dapat mendatangkan rezeki. Jika anak yang dicukur tidak dilakukan ruwatan terlebih dahulu, maka rambut yang akan tumbuh setelah dicukur akan tetap gimbal dan anak tersebut akan sakit-sakitan.

Ritual upacara dilakukan berdasarkan weton (hari kelahiran sang anak). Sedangkan pelaksanaan upacaranya dihitung berdasarkan neptu (nilai kelahiran anak yang akan diruwat) dengan persiapan khusus dengan berbagai benda-benda sesaji dan permintaan anak berambut gimbal yang akan diruwat. Tempat upacaranya sendiri adalah di pelataran Candi Arjuna.

Setelah segala sesaji untuk upacara telah siap, maka sang dukun pun mulai memanjatkan doa dan kemudian mengasapi kepala sang anak yang akan dicukur dengan asap kemenyan yang telah didoakan tadi. Selanjutnya sang dukun memotong rambut gimbal anak tersebut kemudian rambut gimbal yang telah dipotong dibungkus kain putih lalu dilarung ke Telaga Warna atau sungai yang ada di Dieng.

Jadi jangan lewatkan kesempatan kali ini, segera atur perjalanan anda untuk menyaksikan secara langsung Dieng Culture Festival (DCF) Tahun 2018 yang seru ini.