Search

Pramugari Pertama Sepanjang Sejarah Penerbangan Di Dunia

Pramugari Pertama Sepanjang Sejarah Penerbangan Di Dunia

Ellen Church adalah seorang pramugari pertama di dunia, ia lahir pada tahun 1904, sejak Wright bersaudara menorehkan sejarah 12 detik mengubah dunia 17 Desember 1903 dengan menerbangkan pesawat terbang pertama di dunia. Saat itu dunia penerbangan mulai menggeliat. Sampai dengan akhir perang dunia I, pesawat tempur yang berkembang. Kemudian pada tahun 1920-an pesawat terbang komersil atau sipil mulai berkembang.

William Boeing mendirikan industri pesawat terbang di Seattle dengan nama Boeing pada tahun 1916. Serta Anthony Fokker, seorang kewarganegaraan Belanda kelahiran Madiun ini pun mendirikan industri pesawat terbang di Belanda dan di beri nama Fokker tahun 1919. Meskipun perkembangan yang terjadi cukup lambat, namun perlahan-lahan menjadi moda transportasi yang populer. Ellen Church berperan cukup besar dalam hal ini.

Tradisi mempekerjakan perempuan sebagai awak pesawat dimulai pada tahun 1930 oleh perusahaan penerbangan Amerika Serikat. Dunia penerbangan pada tahun itu bukan arena yang akrab bagi wanita. Walau ada beberapa kaum wanita yang mendapatkan lisensi untuk terbang dengan menggunakan pesawat. Diam-diam Ellen Church yang bekerja sebagai seorang perawat menyimpan cita-cita yang sama sebagai seorang penerbang. Ia bermimpi bekerja dengan menerbangkan pesawat dan berkelana di angkasa. Dan ia menyimpan cita-citanya tersebut semenjak masih kecil.

Pada suatu hari di bulan Februari tahun 1930, Ellen Church yang pada waktu itu berusia 25 tahun mendatangi kantor Boeing Air Transport (BAT) untuk melamar menjadi seorang penerbang. Akan tetapi lamarannya ditolak karena tidak memenuhi persyaratan. Akan tetapi pada waktu itu ia juga menawarkan ide uniknya, karena bepergian dengan pesawat terbang adalah pengalaman baru bagi para penumpang, masih banyak orang yang takut terbang. Untuk itu diperlukan pendamping bagi para penumpang, sehingga mereka dapat tenang selama penerbangan yang cukup menegangkan. Dengan adanya seorang wanita yang menanti di pintu pesawat dan ikut serta dalam sebuah penerbangan, tentu kesan menakutkan akan berkurang juga.

Di masa awal penerbangan komersil, co-pilot bertugas untuk melayani penumpang saat pesawat berada di angkasa. Ia harus membagikan makanan, minuman dan memberikan pengumuman hingga melayani penumpang yang sakit. Ketika itu bepergian dengan menggunakan pesawat terbang di anggap berbahaya, tidak seperti sekarang. Belum lagi saat terbang di atas ketinggian 5.000 kaki banyak penumpang yang mabuk karena seringnya terjadi goncangan di dalam pesawat. Berbeda dengan pesawat terbang sekarang yang ketinggian jelajahnya di atas 35.000 kaki.

Ide Ellen Church tampaknya mengena, kemudian Ellen Church diberi tugas untuk merekrut dan menyaring para pelamar yang ingin menjadi Perempuan Angkasa (Sky Girl), nama yang populer untuk pramugari pada masa itu. Dengan segala keterbatasan Ellen dapat merekrut tujuh pramugari baru. Selain pramugari harus berlatar belakang sebagai perawat, ia juga harus mengerti ilmu pertukangan karena harus merawat kursi-kursi penumpang jika bautnya longgar.

Hal tersebut menjadi sukses besar, penumpang lebih memilih menggunakan pesawat yang memiliki pramugari. Cara promosi yang sangat mengena tersebut kemudian diikuti oleh perusahaan penerbangan lainnya di seluruh dunia. Dimulailah tradisi Stewardess atau Flight Attendant, sejak saat itu semakin banyak perempuan yang bergabung menjadi pramugari.

Ellen Church merupakan pramugari pesawat terbang yang pertama sepanjang sejarah dapat mengingatkan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada penumpang.