Search

Perayaan Waisak Dan Atraksi Pelepasan Lampion Di Candi Borobudur 2017

Perayaan Waisak Dan Atraksi Pelepasan Lampion Di Candi Borobudur 2017

Waisak merupakan hari suci yang dirayakan oleh seluruh umat Budha. Di India Hari Waisak disebut dengan nama Visakah Puja atau Buddha Purnima, di Singapura dan Malaysia disebut dengan Vesak, dan Thailand menyebutnya dengan Visakha Bucha. Hari raya Waisak tahun ini jatuh pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Hari raya Waisak diperingati pada saat Purnama Sidhi atau terang bulan, untuk memperingati tiga peristiwa penting. Yaitu: lahirnya Pangeran Siddharta pada tahun 623 Sebelum Masehi. Pangeran Siddharta menjadi Budha pada tahun 588 Sebelum Masehi. Dan peristiwa wafatnya Buddha Gautama pada tahun 543 Sebelum Masehi.

Perayaan Waisak diselenggarakan di Candi Borobudur setiap tahunnya yang merupakan cagar budaya candi Budha terbesar di dunia. Hari Raya Waisak masih dua hari lagi, namun umat Budha di sana sudah mulai melakukan ritual keagamaan sejak hari Sabtu, 6 Mei 2017. Tidak ada perbedaan untuk perayaan Waisak tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya, hanya saja pengunjung yang datang saat prosesi ritual keagamaan dan atraksi pelepasan lampion dibedakan, agar pengunjung yang ingin beribadah di Candi Borobudur bisa lebih khusyuk.

Waisak sudah menjadi perayaan yang selalu di tunggu-tunggu setiap tahunnya, baik oleh wisatawan domestik mau pun wisatawan mancanegara. Perayaan Hari Waisak tahun 2561 B.E / tahun 2017 di Vihara Borobudur ini mengambil tema: Tingkatkan Kesadaran Menjadi Kebijaksanaan. Seiring dengan momentum Waisak tersebut, maka Vihara Borobudur akan mengadakan ritual keagamaan selama tiga hari berturut-turut, seperti Prosesi Lilin Dhammadesana, Puja Malam Waisaka, San Pu I Pai, Pengguyuran Pratima Buddha, Visudhi, dan Pemasangan Pelita.

Serangkaian acara ritual keagamaan dan pemasangan pelita dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Mei 2017 sampai dengan hari Kamis, 11 Mei 2017 dan panitia menyediakan makanan vegetarian selama acara tersebut berlangsung. Pada Hari Selasa, 9 Mei 2017, pukul 17.00 WIB api alam dari Mrapen akan disakralkan di Candi Mendut. Kemudian pada Hari Rabu, 10 Mei 2017 mulai pukul 04.00 WIB Candi Borobudur ditutup untuk wisatawan umum dan hanya boleh dimasuki oleh pengunjung yang ingin beribadah, ribuan Bhiksu akan melakukan Pindapata, yaitu mengumpulkan makanan dari penduduk, lalu pukul 15.00 WIB dilanjutkan dengan melakukan ritual jalan kaki menuju Candi Borobudur sambil membaca doa Paritta Suci.

Dan baru pada pukul 22.00 WIB malam hari pengunjung atau wisatawan umum diperbolehkan masuk untuk menikmati acara penerbangan lampion. Pelepasan lampion ini diadakan di Lapangan Gunadharma Candi Borobudur, mulai pukul 23.30 WIB hingga pukul 01.00 WIB. Agar dapat menikmatinya, anda dapat membayar sebesar Rp. 100.000,- sudah termasuk lampion dan harga tiket masuk di loket resmi Candi Borobudur. Ribuan lampion yang diterbangkan saat perayaan berlangsung akan menciptakan pemandangan yang sangat indah, langit malam yang gelap akan dipenuhi oleh titik-titik cahaya dari lampion dengan berlatar belakang Candi Borobudur nan megah.

Setelah acara pelepasan lampion, wisatawan tidak diperbolehkan naik ke atas Candi Borobudur, sehingga Bhiksu dan umat Budha dapat khusyuk dalam menjalankan ritual keagamaan Hari Raya Waisak. Lewat dinihari Bhiksu dan umat Budha akan naik menuju altar utama Candi Borobudur untuk kembali berdoa hingga menjelang matahari terbit pada hari Kamis, 11 Mei 2017.

Selamat Hari Raya Waisak bagi anda yang merayakannya.