Search

Peraturan Membawa Powerbank Dalam Pesawat Terbang

Peraturan Membawa Powerbank Dalam Pesawat Terbang

Insiden terbakarnya pengisi baterai ponsel atau powerbank yang terjadi di bagasi kabin maskapai China Southern Airlines pada akhir Februari 2018 lalu menjadi masalah baru dalam dunia penerbangan internasional. Untuk mencegah insiden tersebut agar tidak terjadi di Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Indonesia menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan dalam pesawat terbang.

Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan yaitu Siaran Pers Nomor: 55 / SP/ KJSH/ III/ 2018 Hal Tentang Ketentuan Membawa Pengisi Baterai Portable (Powerbank) Dan Baterai Lithium Cadangan Pada Pesawat Udara. Beberapa poin penting dari surat edaran tersebut ialah harus melapor kepada petugas maskapai penerbangan mengenai powerbank atau baterai cadangan lithium yang dibawa ke kabin pesawat.

Poin-poin lengkap dalam surat edaran tersebut antara lain:

  1. Semua penyelenggara bandara diinstruksikan untuk menginformasikan kepada setiap penumpang dan kru pesawat terbang terkait dengan ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan masuk ke kabin pesawat.
  2. Maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses check in terkait kepemilikan powerbank dan baterai lithium cadangan.
  3. Pihak maskapai penerbangan harus memastikan bahwa powerbank baterai lithium cadangan yang dibawa pesawat terbang tidak terhubung dengan perangkat elektronik yang lain.
  4. Maskapai penerbangan harus melarang penumpang dan kru pesawat terbang melakukan pengisian baterai dengan menggunakan powerbank pada saat penerbangan.
  5. Powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat.
  6. Powerbank yang boleh dibawa hanya mempunyai daya perjam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh (Watt-hour atau daya perjam). Sedangkan jika powerbank mempunyai Wh lebih dari 100 Wh tapi tidak lebih dari 160 Wh, harus mendapatkan persetujuan dari maskapai penerbangan dan diperbolehkan untuk dibawa masuk ke kabin oleh penumpang pesawat maksimal dua unit per penumpang.
  7. Untuk Powerbank atau baterai lithium yang mempunyai daya lebih dari 160 Wh (Wh >160) atau besarnya daya perjam tidak dapat diidentifikasikan, maka powerbank atau baterai lithium tersebut dilarang untuk dibawa masuk.
  8. Untuk powerbank atau baterai lithium cadangan yang tidak mencantumkan keterangan jumlah Wh, maka perhitungan jumlah Wh diperoleh dengan rumus: E = V x I.E = daya perjam, satuannya adalah Watt-hour (Wh), V = tegangan, satuannya adalah Volt (V), I = arus, satuannya adalah ampere (Ah).
  9. Apabila diketahui hanya miliampere (mAh), maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1000. Contohnya jika jumlah voltase 5 V dan jumlah kapasitas 6000 mAh, maka jumlah daya perjam adalah 6000 mAh : 1000 = 6 Ah. Sedangkan daya perjamnya adalah 5 V x 6 Ah = 30 Wh, sehingga masih boleh dibawa masuk dalam penerbangan.

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180312110006-269-282248/9-aturan-membawa-powerbank-dalam-pesawat