Search

Metode Penetapan Bulan Ramadhan Di Indonesia

Metode Penetapan Bulan Ramadhan Di Indonesia
Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Biasanya terjadi perbedaan penetapan awal bulan Ramadhan antara pemerintah organisasi Islam yang ada seperti NU (Nahdhatul Ulama) dan Muhammadiyah. Penetapan awal Ramadhan yang sudah di hitung oleh Muhammadiyah jatuh pada hari Sabtu, 27 Mei 2017. Hal tersebut berdasarkan perhitungan yang telah di lakukan oleh pihak Muhammadiyah jelang Ramadhan 1438 Hijriah. Sebagaimana menjelang Ramadhan, pihak berwenang yang kompeten akan melakukan penetapan awal bulan Ramadhan kapan puasa akan dimulai. Dari pemerintah biasanya melakukan perhitungan untuk menentukan awal bulan puasa pada akhir bulan Sya’ban. Untuk menetapkan penentuan awal bulan Ramadhan, dilakukan rukyat atau melihat munculnya anak bulan oleh tim ahli dari Kementerian Agama. Yaitu melihat bulan sabit secara langsung tanpa menggunakan hisab. Sepertinya awal bulan Ramadhan 2017 ini akan sama, tidak terjadi perbedaan penetapan awal bulan Ramadhan dan Idul Fitri seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat seringkali di buat bingung oleh keputusan awal puasa yang berbeda-beda. Perbedaan penetapan dalam penentuan awal puasa tidak disebabkan oleh sumber ajaran yang berbeda, tapi lebih cenderung pada perbedaan dalam perhitungan bulan. Secara umum ada dua metode utama yang dilakukan untuk menentukan awal ibadah puasa. Metode yang pertama adalah Hisab yaitu perhitungan secara matematis dan astronomis untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Ilmu astronomi dalam kajian Islam sangat berpengaruh, karena perhitungan terhadap matahari digunakan sebagai patokan masuknya waktu sholat, serta penentuan waktu berpuasa. Sedangkan perhitungan terhadap bulan dilakukan untuk menentukan masuknya bulan baru dalam kalender Islam atau Hijriah. Metode yang kedua yaitu Rukyat, atau dijelaskan sebagai aktivitas mengamati penampakan hilal. Hilal adalah penampakan bulan sabit (bulan baru) yang nampak pertama kali setelah terjadinya fenomena konjungsi (kedudukan bumi dan bulan sejajar atau berada di garis lurus dengan sudut 0 derajat). Semoga dalam beberapa tahun ke depan dan seterusnya awal bulan puasa akan berlangsung secara serempak dan bersamaan. Bukankah dengan melakukan ibadah secara serempak dan bersama-sama akan lebih sempurna di mata Allah?