Search

Mengulik Sejarah Berdirinya Maskapai Penerbangan NAM Air

Mengulik Sejarah Berdirinya Maskapai Penerbangan NAM Air

Tepat pada tanggal 11 Desember 2017 ini NAM Air merayakan ulang tahunnya yang ke empat. NAM Air adalah maskapai penerbangan yang didirikan pada tahun 2013, maskapai penerbangan ini adalah anak dari maskapai Sriwijaya Air. Maskapai penerbangan NAM Air merupakan pengumpan di kelas medium dengan mengoperasikan pesawat Boeing 737-500 Winglet dengan konfigurasi 120 kursi (8 kelas bisnis dan 112 kelas ekonomi).

Pada awal mulanya NAM Air diproyeksikan sebagai Full Service Carrier dari Sriwijaya Air yang bertujuan untuk menyaingi Garuda Indonesia dan Batik Air. Dalam perkembangan selanjutnya, NAM Air kemudian dijadikan sebagai pengumpan  bagi Sriwijaya Air yang melayani penerbangan pada rute-rute utama, sementara NAM Air akan melayani pada rute-rute penerbangan lanjutan. Hal ini serupa dengan apa yang pernah dilakukan oleh Lion Air dengan Wings Air dan Garuda Indonesia dengan Merpati Air pada era tahun 1980an hingga 1990an.

NAM Air resmi dikenalkan kepada publik pada tanggal 26 September 2013 dan rencana penerbangan perdananya dilakukan pada bulan Oktober 2013. Namun kemudian penerbangan tersebut tertunda karena belum memiliki Air Operation Certificate (AOC) dari Kementerian Perhubungan. Hingga kemudian pada tanggal 29 November 2013 NAM Air mendapatkan Air Operation Certificate (AOC) dan melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 11 Desember 2013 dengan rute dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, dan disusul dengan penerbangan komersial berjadwal pada tanggal 19 Desember 2013 dengan rute Jakarta menuju Pontianak dan Pontianak menuju Yogyakarta.

Asal-usul nama NAM Air sendiri menurut CEO Sriwijaya Air Group yaitu Chandra Lie berasal dari nama ayahandanya sendiri yang bernama Lo Kui Nam sebagai dedikasi dan penghargaan serta rasa cintanya terhadap sang ayah.

Sebagai langkah awal, NAM Air mengoperasikan pesawat Boeing 737 dengan melayani rute-rute antara lain Waingapu, Biak, Labuan Bajo, Pangkalan Bun dan lain-lain. Sesuai rencana awal pada saat pendiriannya, NAM Air akan menggunakan pesawat terbang lokal karya anak bangsa dengan BJ Habibie sebagai arsiteknya. Pihak perusahaan NAM Air telah menandatangani kesepakatan pembelian pesawat Regio Prop 80 (R80) dengan PT. Ragio Aviasi Industri (perusahaan produksi pesawat terbang lokal milik BJ Habibie). Jumlah unit yang ingin digunakan rencananya akan ada 100 unit dan akan difokuskan untuk penerbangan tingkat kabupaten dan kotamadya di seluruh pelosok tanah air. Pesawat R80 ini didesain untuk dapat terbang pada runway pendek dengan batas landasan pacu sepanjang 1,2 km, yang nantinya akan mampu menampung sekitar 80 orang penumpang dalam satu kali penerbangan.

Sebagai anak perusahaan Sriwijaya Air yang menekankan pada penerbangan Full Service, NAM Air memiliki standar tinggi pada segi keamanan penerbangan. Hal ini terlihat dari kiprah maskapai induknya yang belum pernah mengalami kecelakaan besar sejak beroperasi di Indonesia.

 

Sumber:

http://gambardohothata.blogspot.co.id/2016/06/nam-air-dan-sejarahnya.html