Search

Langkah Dan Strategi Penyusunan Rencana Anggaran Bisnis

Langkah Dan Strategi Penyusunan Rencana Anggaran Bisnis

Menyusun anggaran diperlukan untuk mengetahui besarnya dana untuk suatu program kerja atau pemasaran produk dalam sebuah bisnis dan berfungsi sebagai pedoman atau daftar kerja yang harus dipenuhi agar target dapat tercapai sesuai dengan rencana yang telah disusun. Anggaran tersebut dapat berfungsi untuk mengetahui berapa banyak biaya yang perlu disediakan dengan mempertimbangkan nilai-nilai produktifnya. Karena anggaran dapat menimbulkan disiplin dana, sehingga mencegah pemborosan atau pengeluaran yang tidak perlu.

Anggaran diartikan sebagai dana yang harus diterima maupun dikeluarkan oleh sebuah usaha. Dengan kata lain, rincian anggaran bisa didapatkan dari sebuah neraca kas yang ada pada di perusahaan.  Hal ini dilakukan sebagai upaya utama dalam perkembangan serta pertumbuhan dan kemajuan bisnis. Dengan membuat anggaran biaya, diharapkan semua proses dapat berjalan sesuai dengan rencana dan biaya tidak akan membengkak.

Untuk membuat anggaran biaya usaha, anda dapat menggunakan Microsoft Excel untuk memudahkan penghitungan rumus-rumus tertentu. Namun, jika anda ingin menghitung secara instant, anda dapat menggunakan software khusus untuk menghitung anggaran biaya. Anda hanya perlu mengisi anggaran biaya sesuai dengan data di lapangan dan kemudian proses akan berjalan otomatis dengan software tersebut.

Sebaiknya anggaran yang akan dibuat pada tahun mendatang disiapkan beberapa bulan sebelum tahun anggaran berikutnya dimulai. Dengan menetapkan rencana pemasaran, biaya operasional bisnis, biaya beban penjualan, anggaran piutang usaha (jika ada) dan anggaran cadangan.

Agar penyusunan rencana anggaran usaha dapat berjalan efektif, maka diperlukan langkah dan strategi sebagai berikut:

  1. Anggaran disusun berdasarkan kebutuhan bisnis dengan menyusun rencana kegiatan dan anggaran biaya.
  2. Dalam merumuskan perencanaan pendapatan dan biaya harus dilihat serta dievaluasi terlebih dahulu dengan data historis laporan keuangan beberapa tahun ke belakang.
  3. Membandingkan rencana anggaran yang telah dibuat dengan laporan keuangan dari tahun-tahun sebelumnya. Apakah biaya yang telah dianggarkan cukup efektif atau masih bisa dilakukan efisiensi.
  4. Harus dipisahkan antara penyusunan rencana anggaran terhadap pemasaran yang sedang dilakukan sekarang dengan dengan perencanaan pemasaran yang baru pada tahun berikutnya.
  5. Pengawasan ketat terhadap penggunaan keuangan bisnis apakah sudah sesuai dengan perencanaan awal.
  6. Membuat laporan keuangan usaha lengkap yang berisikan laporan aktual dengan analisa perbandingan nilai anggaran.
  7. Memberikan penghargaan dan sanksi terhadap pencapaian efisiensi maupun tidak efiensinya dari nilai anggaran usaha.