Search

Jogja Marathon 2018 Kembali Hadir Di Bulan April

Jogja Marathon 2018 Kembali Hadir Di Bulan April

Jenis berlomba sambil berwisata banyak disukai dan menjadi trend beberapa tahun terakhir ini, Marathon menjadi salah satu olahraga yang sedang digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Jogja Marathon 2018 akan diadakan pada tanggal 14 – 15 April 2018, dengan garis start dan garis finish di kompleks Candi Prambanan yang megah. Jogja Marathon 2018 menggabungkan persaingan yang cukup ketat dengan track yang menantang serta pemandangan yang indah di lingkungan Candi Prambanan.

Perlombaan akan membawa pelari marathon bersaing melewati desa tradisional kuno dan sejumlah landmark menarik lainnya seperti Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan situs warisan budaya lainnya yang berlokasi di wilayah Prambanan. Wilayah yag akan dilewati oleh peserta pelari Jogja Marathon 2018 antara lain Desa Tirtomartani, Desa Purwomartani, Desa Sukaharja, Desa Umbul Martini, Desa Widodo Martini, Desa Selo Martini, Desa Kebon Dalam Lor, dan Desa Kokosan. Dengan total hadiah uang tunai yang diperebutkan sebesar Rp. 783 juta.

Selain full-marathon dengan jarak 42,2 kilometer, masih ada kategori lain yang dilombakan yaitu half-marathon (21 kilometer), kategori 10k (10 kilometer), kategori 5k (5 kilometer) serta kategori Mandiri Community Challenge yang juga berjarak 5 kilometer. Diperkirakan lebih dari 6.000 atlet dan penggemar olahraga lari dari seluruh Indonesia dan luar negeri akan mengikuti ajang Jogja Marathon 2018 ini.

Untuk kategori half-marathon 21K (21 kilometer), dari kilometer pertama peserta berlari di jalan kecil yang membelah pedesaan sekitar kompleks Candi Prambanan hingga kilometer 4. Selanjutnya peserta marathon berlari dengan membelah sawah-sawah hijau maupun perkebunan masyarakat sekitar. Namun pemandangan yang lebih indah dapat dilihat oleh peserta marathon yang berlari melewati sejumlah candi yang tersebar di wilayah Sleman, lebih tepatnya di daerah Prambanan, antara lain Candi Plaosan Lor, Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Lumbung dan Candi Prambanan itu sendiri.

Pemandangan tersebut membuat para peserta marathon sengaja berhenti saat melewati candi untuk mengabadikan pemandangan, hingga membuat rekaman video mengenai aktivitasnya di candi-candi tersebut. Meski tidak melewati jalan besar, peserta lari tidak perlu khawatir tersesat. Karena terdapat banyak pemandu (marshal) yang tersebar di lintasan untuk mengarahkan peserta harus berlari kemana jika menemukan persimpangan.

Jogja Marathon 2018 akan menambah banyaknya acara olahraga yang digelar di Indonesia selama tahun 2018, termasuk Jakarta Marathon, Tour De Singkarak, Tour De Bintan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Catat tanggalnya, jangan sampai ketinggalan!