Search

Jenis Resiko Bisnis Yang Sering Muncul Dan Harus Dihadapi Pelaku Usaha

Jenis Resiko Bisnis Yang Sering Muncul Dan Harus Dihadapi Pelaku Usaha
Dalam bisnis, resiko adalah hal yang tidak dapat dihindari. Resiko merupakan hal yang wajar dalam sebuah bisnis. Untuk itu penting bagi anda sebagai pelaku usaha untuk memahami apa itu resiko bisnis. Resiko dalam bisnis sering dikaitkan dengan dampak negatif yaitu kegagalan. Meskipun resiko cenderung memberikan dampak yang merugikan bagi bisnis yang dikelola oleh pelaku usaha, tapi resiko ini tetap diambil. Motivasi mengambil resiko tersebut didasari keinginan untuk mendapatkan keuntungan dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan terlebih dahulu untuk memulai sebuah bisnis. Bisnis menghadapi semua jenis resiko, beberapa dapat menyebabkan kerugian yang serius bahkan kebangkrutan. Berikut adalah jenis resiko bisnis yang sering muncul dan harus dihadapi oleh pelaku usaha:
  1. Resiko Murni
Resiko murni adalah resiko yang muncul karena situasi atau keputusan yang konsukuensinya kerugian saja. Bentuk resiko murni yang sering muncul antara lain:
  • Resiko hilang/rusak aset yang dimiliki sebagai akibat dari kebakaran, penggelapan, pencurian, dan lain sebagainya.
  • Kecelakaan pada proses produksi
  • Resiko akibat adanya tuntutan hukum dari pihak lain, seperti pesawat terbang yang batal terbang karena kerusakan mesin pesawat sehingga penumpang pesawat terlantar karena kelalaian yang dilakukan oleh pihak maskapai penerbangan yang bersangkutan.
  • Bencana alam seperti banjir, gempa, angin topan dan bencana alam lainnya.
  1. Resiko Strategik
Merupakan sebuah resiko dimana strategi usaha dari bisnis yang anda kelola menjadi kurang efektif dan anda sebagai pelaku usaha bekerja keras untuk mencapai target usaha. Hal itu dapat disebabkan karena perubahan teknologi, pesaing kuat baru yang memasuki pasar, perubahan dalam permintaan pelanggan, dan perubahan skala besar lainnya.
  1. Resiko Kepatuhan
Resiko ini disebabkan karena ketidakpatuhan terhadap peraturan regulasi, atau hukum yang ditetapkan oleh pemerintah setempat, baik tertulis maupun tidak tertulis. Resiko kepatuhan dalam berbisnis misalnya di suatu daerah melarang kegiatan bisnis yang bertema permainan anak, yang dapat menyebabkan anak-anak sekolah malas untuk belajar. Maka jika anda berencana untuk membuka usaha playstation, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan pemerintah setempat. Jika anda tidak mematuhi peraturan daerah setempat, mungkin bisnis anda akan merugi, karena ketika hukum tertulis tidak anda patuhi, bisa saja anda akan dikenakan denda yang cukup besar.
  1. Resiko Operasional
Resiko operasional lebih mengarah pada sebuah kegagalan yang sangat tidak diharapkan, biasanya terjadi dalam operasional harian bisnis. Antara lain dikarenakan beberapa kegagalan teknis, seperti server yang error, atau dapat disebabkan oleh perseorangan (karyawan) pada kegiatan operasional bisnis yang anda kelola. Beberapa hal bisa dilakukan untuk mencegah resiko operasional, seperti dengan menggunakan sumber daya manusia yang terlatih dan profesional di bidangnya. Anda juga bisa memanfaatkan sosial media untuk mengatasi masalah dalam perusahaan demi mencegah keterpurukan reputasi bisnis yang anda miliki.
  1. Resiko Finansial
Merupakan resiko yang memiliki dampak pada finansial perusahaan, sering juga dikaitkan dengan biaya ekstra, atau kerugian pemasukan perusahaan. Namun kategori resiko finansial biasanya lebih mengacu terhadap arus masuk dan keluar uang dalam perputaran bisnis yang anda kelola dengan kemungkinan akan menyebabkan kerugian finansial. Jika memungkinkan, sebaiknya sebagai pelaku bisnis anda tidak mengambil hutang, cukup dengan menjual beberapa saham jika ingin mengembangkan usaha.
  1. Resiko Reputasional
Resiko reputasional berkaitan erat dengan masalah nama baik perusahaan. Jika nama baik perusahaan hancur, atau reputasinya buruk tentu akan menyebabkan kerugian besar berupa ketidak percayaan pelanggan terhadap bisnis yang anda miliki. Resiko reputasional ini terjadi karena sesuatu hal yang tidak terduga, maka sebaiknya untuk menghindari hal tersebut agar tidak terjadi, anda harus menjaga semua karyawan agar selalu berlaku baik di dalam maupun di luar perusahaan.