Search

Istilah-Istilah Penumpang Dalam Dunia Penerbangan

Istilah-Istilah Penumpang Dalam Dunia Penerbangan

Kata passenger berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti penumpang, di dalam dunia penerbangan terdapat banyak istilah tentang penumpang pesawat. Bagi anda yang sudah pernah atau sering naik pesawat untuk urusan pekerjaan atau travelling, mungkin anda hanya tahu sebagian dengan istilah-istilah penumpang berikut ini:

  1. Penumpang VIP (Very Important Persons)

Adalah penumpang yang kedudukannya atau jabatannya dalam suatu pemerintahan membuat orang tersebut mendapatkan pelayanan khusus atau prioritas istimewa. Contohnya; kepala negara, raja, ratu, perdana menteri, kanselir, menteri, gubernur, duta besar dan sejenisnya. Penumpang VIP dan rombongannya harus mendapat tempat duduk pada barisan terdepan dan mendapatkan perlakuan yang istimewa selama perjalanan. Biasanya penanganan penumpang VIP dilakukan dengan kerja sama yang baik antara pihak protokoler dan pihak ground staff maskapai penerbangan serta bandar udara yang bersangkutan.

  1. Penumpang CIP (Commercial Important Persons)

Adalah pejabat penting dalam suatu perusahaan besar dan terkenal seperti; direktur utama dan direksi perusahaan. Karena dengan pelayanan khusus diharapkan direktur utama atau direksi perusahaan terkenal tersebut akan mengirimkan barang atau produknya dengan menggunakan jasa maskapai penerbangan yang bersangkutan.

  1. Penumpang Infant (INF) dan Children (Bayi dan anak-anak)

Batas umur bayi untuk penerbangan adalah sejak bayi itu lahir sampai berusia 2 tahun (24 bulan), Tempat duduk bayi biasanya dipangku atau satu kursi dengan ibunya dan pembayaran tiket biasanya 10% dari harga tiket normal. Sedangkan jika anak sudah berumur lebih dari 2 tahun sampai dengan 10 tahun sudah dikategorikan penumpang anak-anak (CHD). Untuk penerbangan internasional kategori anak-anak adalah dari usia 2 – 12 tahun. Untuk beberapa negara tertentu dengan rute penerbangan tertentu, bayi tidak dikenakan biaya penerbangan. Selama bayi tersebut ikut bersama orang tuanya.

  1. Penumpang UM (Unaccompanied Minor)

Untuk anak-anak yang berusia 7-12 tahun dan tidak ditemani oleh orang tuanya atau pihak keluarganya yang lain yang berusia 18 tahun atau lebih dikategorikan sebagai anak-anak yang bepergian sendiri atau Unaccompanied Minor. Ada dua sistem dalam UM, yaitu menggunakan jasa penawaran atau Escort Service dan tanpa pendampingan. Escort Service adalah jasa pengawalan yang disediakan oleh perusahaan penerbangan bagi anak-anak yang bepergian sendiri. Petugas Escort Service adalah cabin crew dari perusahaan penerbangan yang bersangkutan. Tarif yang dikenakan untuk penumpang kategori UM berbeda-beda berdasarkan kebijakan masing-masing maskapai penerbangan.

  1. Penumpang WCHC, WCHR, WCHS (Wheel Chair Pax)

Adalah penumpang yang memerlukan kursi roda karena alasan kesehatan atau keadaan fisiknya yang memerlukan kursi roda untuk menuju pesawat atau untuk turun dari pesawat.

Penumpang dengan istilah WCHC adalah penumpang yang memerlukan kursi roda sewaktu di dalam kabin. Untuk penumpang yang tidak bisa naik atau turun pesawat sendiri tetapi dapat berjalan kaki menuju tempat duduknya sendiri dengan sangat berhati-hati dan pelan-pelan, penumpang ini disebut dengan WCHS. Penumpang yang tidak bisa naik turun pesawat sendiri, ke dan dari tempat duduknya serta tidak bisa berjalan cukup jauh, disebut dengan WCHR.

  1. Stretcher Case Passenger (Penumpang yang ditandu)

Penumpang dalam kondisi kesehatan tertentu sehingga memerlukan tandu alat bantu untuk memudahkan penumpang naik ke dalam pesawat. Pengangkutan penumpang tersebut melalui proses penanganan medical case  yang disebut dengan MEDA. Permintaan tandu harus diajukan pada saat reservasi. Untuk pembayaran, sebagian airline mengenakan biaya normal 100% dan beberapa airline lainnya mengenakan tarif yang berbeda-beda.

  1. Penumpang Pregnant Woman (Wanita Hamil)

Wanita hamil yang usia kehamilannya 32 minggu atau 8 bulan tidak diperbolehkan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang. Namun jika tetap memaksa untuk melakukan penerbangan dengan pesawat, maka harus mempunyai surat dari keterangan dokter yang merawatnya. Untuk wanita hamil diusahakan untuk terbang tidak terlalu lama, yaitu maksimal 4 jam terbang. Sehingga tidak melelahkan penumpang yang bersangkutan.

  1. Penumpang yang tidak bisa melihat/Buta (Blind Passenger)

Penumpang yang buta atu tidak dapat melihat harus diserahkan oleh pengantar kepada petugas airline di check-in center. Jika pengantar tidak ikut serta dalam penerbangan, maka petugas di bandara asal dan bandara tujuan (ground staff) harus membantu penumpang turun dan menyelesaikan bagasinya. Jika penumpang tersebut membawa anjing. Maka anjing tersebut harus diletakkan ke dalam cargo compartment. Tetapi jika penumpang tersebut menginginkan anjingnya untuk masuk ke kabin pesawat bersamanya, maka harus memenuhi beberapa persyaratan:

  • Anjing harus memakai penutup mulut dari besi.
  • Anjing tidak boleh duduk bersama dengan penumpang di kursi penumpang.
  • Anjing diberi alas dengan bahan yang dapat menyerap air dan kotoran.
  • Anjing tidak akan mengganggu atau membahayakan penumpang lainnya di dalam kabin.
  • Anjing dipastikan dalam kondisi sehat
  • Hanya anjing penuntun bagi orang buta yang diperkenankan masuk ke dalam kabin pesawat.
  • Penumpang buta yang membawa anjing penuntun harus masuk ke kabin pesawat lebih dahulu.
  1. Penumpang dengan berat badan yang berlebih (Obesitas Passenger)

Penumpang dengan ukuran berat badan yang besar dan berlebih, seperti atlet gulat sumo, memerlukan penanganan khusus. Untuk penumpang obesitas perlu disediakan lebih dari satu kursi penumpang biasa atau dua kursi penumpang yang dibariskan di dekat jalan keluar dari deretan kursi penumpang, hal ini untuk memudahkan penumpang tersebut untuk keluar masuk dari kursi barisannya, sehingga tidak mengganggu penumpang lainnya.

  1. Inadmissible Passenger (INAD)

Adalah penumpang yang ditolak masuk ke suatu negara karena tidak memenuhi kebutuhan kebutuhan persyaratan negara tersebut atau kena cekal, karena dokumen tidak lengkap, tidak memiliki visa, paspor yang habis masa berlakunya, paspor palsu, dan lain sebagainya, terkena blacklist; seperti teroris, kriminal, membawa penyakit menular dan karena alasan politik lainnya. Penumpang seperti ini akan ditolak ketika mendarat di bandara tujuan dan diharuskan untuk meninggalkan negara tersebut untuk kembali ke tempat asalnya sesegera mungkin.

  1. Penumpang yang dideportasi (Deportee Passenger)

Penumpang yang telah diizinkan masuk ke suatu negara, tetapi karena perbuatannya kemudian diharuskan meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin. Seperti; membuat onar, melakukan tindakan kriminal, menjelekkan negara tersebut, melawan hukum, menyalahgunakan visa (visa wisata dipakai untuk bekerja). Deportee pax check in ini dilakukan dengan pengawalan dan dokumen milik penumpang dipegang oleh pengawal.