Search

Grebeg Sudiro Kembali Digelar Dalam Waktu Dekat Di Kota Solo

Grebeg Sudiro Kembali Digelar Dalam Waktu Dekat Di Kota Solo

Solo menawarkan banyak berbagai pesona kekayaan budaya yang tidak lekang oleh waktu. Mulai dari batik, kuliner, hingga beragam festival budaya yang masih tetap dilestarikan hingga sekarang. Dan salah satu acara tahunan yang menarik untuk dinikmati di kota Solo adalah Grebeg Sudiro. Grebeg Sudiro merupakan perayaan Imlek masyarakat Tionghoa yang berbalut dengan nuansa Jawa. Hal ini sudah terlihat dari nama yang disematkan pada acara tersebut, yaitu Grebeg Sudiro.

Grebeg merupakan istilah yang diambil dari bahasa Jawa untuk menyambut hari-hari tertentu. Seperti kelahiran Nabi Muhammad SAW, Suro atau Tahun Baru Jawa, Syawal hingga Idul Adha. Grebeg Sudiro muncul dari suatu kesadaran para warga Sudiroprajan untuk menciptakan keselarasan antara dua budaya yaitu Budaya Jawa dan Budaya Tionghoa. Perebutan hasil bumi dan makanan yang disusun dalam bentuk gunungan menjadi puncak perayaan Grebeg Sudiro. Perebutan hasil bumi dan makanan ini didasari oleh falsafah Jawa yang berbunyi: Ora Babah Ora Mamah yang artinya jika tidak berusaha, tidak makan. Sedangkan gunungan sendiri merupakan rasa syukur masyarakat Jawa pada Sang Pencipta.

Gunungan Grebeg Sudiro disusun dari ribuan kue kranjang yang merupakan kue khas Tionghoa saat menyambut Imlek. Gunungan yang diarak ada dua yaitu Gunungan Estri dan Gunungan Jaler. Kemudian gunungan tersebut akan diarak di seputar kawasan Sudiroprajan dan diikuti pawai serta kesenian Tionghoa dan Jawa dan berhenti di depan Klenteng Tien Kok Sie. Kawasan Sudiroprajan sendiri merupakan kelurahan yang terletak di Kecamatan Jabres, Solo.

Puncak acara Grebeg Sudiro hampir sama dengan puncak acara grebeg yang lain yaitu perebutan hasil bumi dan makanan dari gunungan. Akhir dari acara ini ditandai dengan nyalanya lampion, berbentuk teko yang digantung di atas gerbang Pasar Gede. Menariknya lagi dalam acara ini akan dimeriahkan oleh beragam pertunjukan seperti barongsai, seni tari tradisional Jawa, arak-arakan pakaian tradisional Keraton. Grebeg Sudiro merupakan salah satu harmonisasi antara dua etnis yang berbeda.

Bagi anda yang ingin ikut melihat acara ini catat tanggalnya, Grebeg Sudiro rencananya akan diadakan pada tanggal 5 Februari 2018 pukul 8.00 WIB sampai tanggal 15 Februari 2018, pukul 22.00 WIB.

Jangan lewatkan tradisi Tionghoa – Jawa di Kota Solo ini!