Search

Festival Lembah Baliem 2017 Kembali Hadir Dalam Waktu Dekat

Festival Lembah Baliem 2017 Kembali Hadir Dalam Waktu Dekat

Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang menjadi daya tarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Keberagaman budaya inilah yang membuat banyaknya event-event budaya dan adat digelar di berbagai daerah. Salah satunya adalah Festival Lembah Baliem 2017 yang akan diselenggarakan di lembah pegunungan Jayawijaya di Desa Wosilimo, Distrik Kurulu, Jayawijaya, Papua, pada tanggal 8 – 11 Agustus 2017. Bagi anda penggemar wisata budaya, ini bisa menjadi pilihan perjalanan wisata. Festival Lembah Baliem 2017 sudah memasuki tahun ke 28, festival pada tahun ini akan ada beberapa kategori baru yang akan ditampilkan, antara lain pemecahan rekor MURI (ORI) dan kategori Lempar 1000 Sege (tombak tradisional Suku Dani). Festival Lembah Baliem pertama kali diadakan pada tahun 1989.

Ini adalah salah satu kesempatan ketika semua suku yang beragam dari dataran tinggi Wamena dan Lembah Baliem, seperti Suku Dani, Suku Lani dan Suku Yali, mereka berkumpul bersama untuk merayakan Festival Lembah Baliem yang diadakan setiap tahunnya. Selain menyaksikan wisata budaya, tanah Papua juga memiliki keindahan alam yang terkenal hingga ke mancanegara. Baliem adalah lembah hijau yang memukau dan tersembunyi di balik perbukitan yang membumbung tinggi.

Festival Lembah Baliem pada awalnya adalah acara perang antar suku antara Suku Dani, Suku Lani dan Suku Yali sebagai lambang atau makna dari kesuburan dan kesejahteraan. Anda tidak perlu takut ketika menyaksikan event tahunan ini, karena tetap aman serta dapat dinikmati setiap acaranya. Simulasi perang antar suku tersebut rencananya akan digelar selama dua hari dan menampilkan sekitar 26 kelompok terdiri dari 30 – 50 orang pejuang. Adegan perang antar suku ini diiringi dengan musik tradisional Papua, Pikon. Pikon adalah alat musik yang terbuat dari kulit kayu yang menghasilkan suara ketika di tiup. Tidak banyak orang yang bisa memainkan alat musik Pikon ini, karena membutuhkan keahlian khusus.

Keistimewaan dari Festival Lembah Baliem adalah dimulainya skenario pemicu perang layaknya penculikan warga atau penyerbuan ladang yang baru dibuka. Atraksi yang terkesan menyeramkan ini justru tidak menjadikan moment balas dendam atau pun permusuhan sebagai tema tetapi menghasilkan makna positif, yaitu: Yogotak Hubuluk Motog Hanoro yang berarti harapan akan hari esok yang harus lebih baik dari hari ini. Sebuah festival yang telah berlangsung secara turun menurun.

Festival Lembah Baliem akan disempurnakan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang menarik lainnya, antara lain: tarian tradisional Papua, balap babi, Lempar Tombak Rotan Puradan, permainan Tombak Sikoko, pertunjukan musik tradisional Papua, pameran kerajinan dan masih banyak lagi yang lainnya. Keunikan dan ke-auntetikan Festival Lembah Baliem menjadikan festival ini selalu ramai dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara dan fotografer dari berbagai negara untuk mengabadikan moment langka yang hanya diselenggarakan setahun sekali ini.

Tunggu apalagi? Masih ada kesempatan bagi anda untuk mengajukan cuti dan berlibur demi menikmati event tahunan ini serta menikmati keindahan alam Papua.