Search

Eksotisnya Gunung Prau, Wonosobo

Eksotisnya Gunung Prau, Wonosobo

Gunung Prau adalah sebuah gunung yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng tepat di perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berada di koordinat 7°11’13 LU 109°55’22 BT.

Gunung ini sudah tidak asing lagi bagi para pendaki, karena sudah menjadi gunung wisata. Dengan ketinggian 2.565 mdpl masih tergolong tidak terlalu tinggi.

Perjalanan kami mulai dari Jogja sekitar pukul 16:00 wib menggunakan kendaraan roda 4. Kami memilih jalur selatan melewati Mungkid, menuju jalur arah Wonosobo. Di jalan Kreteg – Wonosobo rombongan kami menemui kemacetan yang panjang sehingga terpaksa melewati perkampungan warga yang “meminta” sejumlah uang untuk bisa lewat . Yah dimana-mana memang banyak pungli.

Lalu perjalanan kami lanjutkan, selama menuju arah Wonosobo tidak ada kendala yang berarti. Lalu lintas lancar, tetapi memang penerangan jalan sangat kurang. Untungnnya kabut didaerah sana belum begitu pekat.
Selanjutnya dari kota Wonosobo kami melanjutkan perjalanan menuju Dieng Plateau, kira-kira satu jam perjalanan kami sudah sampai di kawasan Dieng Plateau. Di Gerbang pertama kami diminta membayar retribusi sejumlah Rp20.000 untuk 2 kendaraan roda 4 dan kami diberikan peta (berupa kertas hvs). Saya pikir ini juga berupa “pungli” karena tidak ada karcis resmi.

Akhirnya kami tiba di Basecamp Gunung Prau, kami mulai packing ulang untuk menyiapkan pendakian. Sebelumnya kami mendaftarkan rombongan dahulu, agar tercatat di daftar pendaki. Untuk tiket mendaki sendiri seharga Rp.4000 / orang (pada tahun 2014, sekarang tiket pendakian Rp10.000/orang).

Kami mulai pendakian sekitar pukul 19:00, headlamp, tenda, matras dan alat-alat yang lain sudah siap. Di pendakian awal suhunya sudah dingin. Kami menempuh 3 pos untuk menuju puncak. Jalur disana sangat menanjak, saya kira kemiringannya mencapai 45°. Dengan beban dari bawaan yang berat, dan suhu udara yang mencapai 8°C membuat kami susah mendapat oksigen, sehingga kami beberapa kali berhenti untuk istirahat .

Mencapai puncak ternyata sudah banyak rombongan lain yang mendirikan camp. Dengan segera kami mendirikan camp untuk beristirahat, nafas kami juga sudah mengeluarkan uap seperti orang-orang di negara barat saat musim dingin, hehe.

Menjelang pagi kami menyiapkan diri untuk melihat sunrise, suhu saat itu mencapai 4°C, brrrrrrrr begitu dingin. Tetapi semua seperti hilang ketika matahari sudah mulai perlahan muncul.

 

Begitu indah pemandangan, sayang sekali jika dilewatkan, kami harus menahan angin dan hawa dingin diatas, untuk mendapatkan view yang keren menurut saya. Dari atas, kami bisa melihat Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi dan Merbabu  Ya! Gunung itu terasa begitu dekat dari puncak Prau.

Indah bukan? Ya, inilah ciptaan Tuhan Yang Maha Kreatif . Kita perlu menjaga pemberianNya , sehingga generasi berikutnya masih bisa menikmati.

FYI: Yang mau naik kesana, wajib bawa baju dan jaket yang hangat, sarung tangan dan kupluk 😀