Search

Bagi Hasil Dalam Bisnis Patungan Dari Keuntungan Usaha

Bagi Hasil Dalam Bisnis Patungan Dari Keuntungan Usaha

Dalam bisnis bersama atau bisnis patungan, setiap pelaku usaha berbagi setoran modal awal dan tidak menanggung semuanya seperti bisnis pribadi. Karena itu semua resiko usaha juga di tanggung bersama. Bisnis patungan ini cocok di lakukan oleh pelaku bisnis pemula yang ingin membuka usaha namun tidak memiliki modal yang cukup. Sederhananya bisnis patungan ini merupakan model bisnis alternatif dengan sistem penanaman modal bersama yang nantinya keuntungan yang akan didapatkan dari bisnis tersebut dibagi secara adil ke masing-masing pemilik bisnis.

Bagi pelaku bisnis pemula bisnis patungan ini terlihat mudah. Karena pelaku bisnis patungan menjalankan bisnisnya dengan mengeluarkan sebagian kecil modal yang dimiliknya dan sebagian modal lainnya akan ditanggung oleh pemilik modal yang lain.

Pada awal pembagian modal usaha harus dijelaskan secara rinci berapa persentasenya, dan pembagian hasil dari keuntungan yang didapat. Untuk itu perlu dibuat kesepakatan bersama untuk menghindari adanya perselisihan jika terjadi di kemudian hari. Cara pembagian hasil usaha kerjasama dilakukan berdasarkan kontribusi kedua belah pihak terhadap kelancaran usaha yang dijalankan.

Jika pihak A hanya menginvestasikan modal sebesar 30% tetapi dia memiliki kemampuan mengelola bisnis. Sementara pihak B menginvestasikan dana sebesar 70% tetapi dia hanya bertindak sebagai investor saja atau penanam modal, jika hal ini yang dialami oleh pelaku bisnis. Maka pembagian keuntungan usaha dengan rasio 50:50 bisa diterapkan. Besarnya nominal investasi tidak berpengaruh terhadap pembagian keuntungan karena pihak A meskipun menginvestasikan sedikit dana, tetapi dia mempunyai kemampuan dalam mengelola bisnis. Pihak A lebih mengerti langkah apa yang harus di ambil agar bisnis tetap berjalan dengan lancar. Di sisi lain pihak B hanya bertindak sebagai investor dan memiliki tugas meninjau jalannya usaha tanpa turun tangan secara langsung.

Dalam sistem kerjasama bagi hasil yang kedua, pihak A melakukan investasi dengan dana yang kecil memiliki kesempatan sebagai pemilik usaha seutuhnya. Hal ini bisa terjadi jika pihak A menggunakan keuntungan yang di dapat untuk membayar kembali seluruh dana yang telah di investasikan oleh pihak B.

Dari keuntungan penjualan sebaiknya tidak langsung dibagikan. Namun dikurangi terlebih dahulu dengan biaya untuk dana operasional dan dana untuk perputaran modal agar bisnis terus berjalan lancar. Barulah di dapat keuntungan bersih. Keuntungan bersih ini kemudian di bagi oleh para pemilik bisnis, yaitu anda dan mitra bisnis anda.

Bagi anda sebagai pelaku bisnis pemula yang bermimpi memiliki bisnis, anda tidak perlu ragu untuk memulainya dari sekarang. Bisnis bersama teman menjadi pilihan sebagai langkah awal untuk mewujudkan mimpi menjadi pemilik bisnis.